<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Evaluasi Angkutan Lebaran</title>
	<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145</link>
	<description>Lecturer in Transportation, Gadjah Mada University</description>
	<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:23:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
		<item>
		<title>By: adin syaifulloh</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8719</link>
		<dc:creator>adin syaifulloh</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 07:09:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8719</guid>
		<description>NAMA : 
KELAS : A
MATAKULIAH : dasar-dasar teknik transportasi
NIM : 35929

HASIL TUGAS PENGAMATAN ARUS LALULINTAS SELAMA LEBARAN DI KOTA JOMBANG JAWATIMUR

LOKASI PENGAMATAN : jl. MERDEKA
JENIS JALAN NASIONAL
dari hasil pengamatan saya pada tanggal 9 september 2010 atau H-1 lebaran dilokasi, maka saya bisa diinformasikan bahwasanya arus lalulintas sangat padat tapi lancar,disetiap ruas jalur yang rawan kemacetan disiagakan polisi lalulintas untuk membantu mengatur ketertiban arus lalulintas,dari segi volume kendaraan yang melintas terlihat bahwa kendaraan roda dua / motor masih mendominasi, disusul dengan bus maupun kendaraan pribadi.padatnya arus lalulintas salah satunya disebabkan karena para pemudik masih banyak yang menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung daripada menggunakan jasa angkutan umum.
beberapa bentuk pelanggaran yang terjadi adalah masih banyaknya para pengguna motor yang tidak taat pada peraturan lalulintas semisal berboncengan lebih dari 2 orang ataupun membawa barang-barang yang melebihi kapasitas kendaraan.
syukur selama pengamatan berlangsung belum saya dapati terjadinya kecelakaan lalulintas.
sekian laporan singkat yang bisa saya informasikan.salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>NAMA :<br />
KELAS : A<br />
MATAKULIAH : dasar-dasar teknik transportasi<br />
NIM : 35929</p>
<p>HASIL TUGAS PENGAMATAN ARUS LALULINTAS SELAMA LEBARAN DI KOTA JOMBANG JAWATIMUR</p>
<p>LOKASI PENGAMATAN : jl. MERDEKA<br />
JENIS JALAN NASIONAL<br />
dari hasil pengamatan saya pada tanggal 9 september 2010 atau H-1 lebaran dilokasi, maka saya bisa diinformasikan bahwasanya arus lalulintas sangat padat tapi lancar,disetiap ruas jalur yang rawan kemacetan disiagakan polisi lalulintas untuk membantu mengatur ketertiban arus lalulintas,dari segi volume kendaraan yang melintas terlihat bahwa kendaraan roda dua / motor masih mendominasi, disusul dengan bus maupun kendaraan pribadi.padatnya arus lalulintas salah satunya disebabkan karena para pemudik masih banyak yang menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung daripada menggunakan jasa angkutan umum.<br />
beberapa bentuk pelanggaran yang terjadi adalah masih banyaknya para pengguna motor yang tidak taat pada peraturan lalulintas semisal berboncengan lebih dari 2 orang ataupun membawa barang-barang yang melebihi kapasitas kendaraan.<br />
syukur selama pengamatan berlangsung belum saya dapati terjadinya kecelakaan lalulintas.<br />
sekian laporan singkat yang bisa saya informasikan.salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Isnaini Setiyowati (NIM 34826)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8716</link>
		<dc:creator>Isnaini Setiyowati (NIM 34826)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 17:23:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8716</guid>
		<description>Jawab:
1. a. Pada saat lebaran, dari Jakarta ke Solo. Saya lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Memang waktu tempuh perjalanan lebih lama, namun ketika kita membawa kendaraan pribadi ke kota tujuan, sesampainya di kota tujuan mobilitas kita untuk mencapai rumah sanak famili ataupun mengunjungi tempat wisata akan lebih mudah. Kemudian, dengan kendaraan pribadi yang dapat memuat satu keluarga, sehingga kebersamaan kebih terasa. Untuk masalah kemacetan, kami menyiasati nya dengan berangkat pada H-3 lebaran pada sore hari, lewat jalur selatan, sehingga arus mudik belum terlalu padat.

1.b. Saya akan memilih menggunakan pesawat untuk pulang ke Jakarta, dengan alasan efisiensi waktu, dan karena plg ke jakarta sendiri, tidak ber rombongan. Kemudian juga, sekarang ini sudah banyak tiket pesawat promo yang terkadang harganya jauh lebih murah dibanding menggunakan kereta api.

 2. Jelas berbeda keadaan saat lebaran dibanding hari biasa. Namun, hanya ketika setelah sholat ied, sedikit lebih padat. Di daerah saya, Jakarta Timur, lalu lintas tampak lengang, karena rata-rata warga nya adalah pendatang dari P.Jawa dan Pulau lain yang tersebar, termasuk orang tua saya yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Solusi yang sebaiknya dilakukan, hanya perlu beberapa pengaturan lalu lintas di beberapa titik yang rawan kemacetan..

Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawab:<br />
1. a. Pada saat lebaran, dari Jakarta ke Solo. Saya lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Memang waktu tempuh perjalanan lebih lama, namun ketika kita membawa kendaraan pribadi ke kota tujuan, sesampainya di kota tujuan mobilitas kita untuk mencapai rumah sanak famili ataupun mengunjungi tempat wisata akan lebih mudah. Kemudian, dengan kendaraan pribadi yang dapat memuat satu keluarga, sehingga kebersamaan kebih terasa. Untuk masalah kemacetan, kami menyiasati nya dengan berangkat pada H-3 lebaran pada sore hari, lewat jalur selatan, sehingga arus mudik belum terlalu padat.</p>
<p>1.b. Saya akan memilih menggunakan pesawat untuk pulang ke Jakarta, dengan alasan efisiensi waktu, dan karena plg ke jakarta sendiri, tidak ber rombongan. Kemudian juga, sekarang ini sudah banyak tiket pesawat promo yang terkadang harganya jauh lebih murah dibanding menggunakan kereta api.</p>
<p> 2. Jelas berbeda keadaan saat lebaran dibanding hari biasa. Namun, hanya ketika setelah sholat ied, sedikit lebih padat. Di daerah saya, Jakarta Timur, lalu lintas tampak lengang, karena rata-rata warga nya adalah pendatang dari P.Jawa dan Pulau lain yang tersebar, termasuk orang tua saya yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Solusi yang sebaiknya dilakukan, hanya perlu beberapa pengaturan lalu lintas di beberapa titik yang rawan kemacetan..</p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8680</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 08:08:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8680</guid>
		<description>A. Apabila saya mudik dari Jogja ke Bandung akan menggunakan bus malam eksekutif, karena :
1. Dari segi harga hampir sama dengan tarif KA bisnis, tetapi dari segi fasilitas lebih baik bus.
2. Menurut saya, tingkat keamanan bus lebih tinggi dibanding KA dilihat dari berbagai segi antara lain :
2.1. fleksibilitas, Bus dapat menghindari kemacetan dengan melewati jalur alternatif, bisa berakselerasi dengan pengereman spontan, sopir yang berpengalaman, istirahat makan dan ibadah yg cukup. Berbeda dengan kereta yg hanya mengandalkan rel tua, rem yg tdk spontan, sering terlambat disebabkan oleh KA lain yg bermaslahan. 
2.2 usia kendaraan,saat ini perkembangan industri moda Bus sangat berkembang pesat sampai ada bus bermesin cc besar, air suspension, gps, wifi dan emisi euro-3. Beda dibanding KA dimana gerbongnya banyak yang rekondisi, kondisi rel yg tua, instrumen persinyalan banyak manual, masinis dengan beban kerja tinggi.
2.3 Kenyamanan, Perjalanan malam menggunakan bus lebih mengasyikan karena dapat melihat kota secara jelas dari kaca depan dan aksi balapan sedangkan kereta membosankan hanya wajah kita yg terlihat di kaca samping pada saat malam hari.

B. Kondisi Bandung pada hari H ramai di pinggiran koa seperti cimahi, padalarang dan majalaya karena banyak warga dari kota bandung maupun luar kota yang bersilahturahmi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>A. Apabila saya mudik dari Jogja ke Bandung akan menggunakan bus malam eksekutif, karena :<br />
1. Dari segi harga hampir sama dengan tarif KA bisnis, tetapi dari segi fasilitas lebih baik bus.<br />
2. Menurut saya, tingkat keamanan bus lebih tinggi dibanding KA dilihat dari berbagai segi antara lain :<br />
2.1. fleksibilitas, Bus dapat menghindari kemacetan dengan melewati jalur alternatif, bisa berakselerasi dengan pengereman spontan, sopir yang berpengalaman, istirahat makan dan ibadah yg cukup. Berbeda dengan kereta yg hanya mengandalkan rel tua, rem yg tdk spontan, sering terlambat disebabkan oleh KA lain yg bermaslahan.<br />
2.2 usia kendaraan,saat ini perkembangan industri moda Bus sangat berkembang pesat sampai ada bus bermesin cc besar, air suspension, gps, wifi dan emisi euro-3. Beda dibanding KA dimana gerbongnya banyak yang rekondisi, kondisi rel yg tua, instrumen persinyalan banyak manual, masinis dengan beban kerja tinggi.<br />
2.3 Kenyamanan, Perjalanan malam menggunakan bus lebih mengasyikan karena dapat melihat kota secara jelas dari kaca depan dan aksi balapan sedangkan kereta membosankan hanya wajah kita yg terlihat di kaca samping pada saat malam hari.</p>
<p>B. Kondisi Bandung pada hari H ramai di pinggiran koa seperti cimahi, padalarang dan majalaya karena banyak warga dari kota bandung maupun luar kota yang bersilahturahmi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Neil</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8674</link>
		<dc:creator>Neil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 12:06:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8674</guid>
		<description>1. a. untuk tahun ini saya mudik ke 2 tempat. Destinasi pertamayang dituju adalah Kota Semarang dengan menggunakan kendaraan Pesawat terbang. kemudian dlanjutkan dengan menggunakan mobil dari Semarang menuju Surabaya. Kmi sekeluarga memilih menggunakan pesawat terbang karena adanya keterbatasan waktu libur nasional yang mana pada tahun ini hanya berkisar 5 hari. Lagipula, kami terbiasa mudik pada hari pertama lebaran, sehingga jika mudik menggunakan kendaraan lain, akan menghabiskan waktu liburan di jalanan.

2. sejak H-3, lalu lintas di kota Bekasi, khususnya sekitar margahayu, sering terjadi kemacetan pada jam2 4 / 5 sore dan jam-jam setelah sahur. Kemacetan disebabkan terjadinya penumpukan kendaraan, terutama motor (berpenumpang: Bapak, Ibu, dan 2 anak + sperlengkapan mudik), yang menuju ke arah Timur P. Jawa, dimana jalan chairil anwar hingga menuju tambun, menjadi jalan utama bagi motor yang tentu saja tidak bisa memasuki jalan tol yang berparalel dengan jalan Chairil Anwar.
Pada Mudik tahun 2010 ini, Polisi Lalu Lintas telah membuat rute alternatif untuk menyiasati kemacetan yang terjadi di Jalan Chairil Anwar, yaitu dengan mengalihkan sebagian arus kendaraan melalui Jalan lain agar tidak terjadi penumpukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. a. untuk tahun ini saya mudik ke 2 tempat. Destinasi pertamayang dituju adalah Kota Semarang dengan menggunakan kendaraan Pesawat terbang. kemudian dlanjutkan dengan menggunakan mobil dari Semarang menuju Surabaya. Kmi sekeluarga memilih menggunakan pesawat terbang karena adanya keterbatasan waktu libur nasional yang mana pada tahun ini hanya berkisar 5 hari. Lagipula, kami terbiasa mudik pada hari pertama lebaran, sehingga jika mudik menggunakan kendaraan lain, akan menghabiskan waktu liburan di jalanan.</p>
<p>2. sejak H-3, lalu lintas di kota Bekasi, khususnya sekitar margahayu, sering terjadi kemacetan pada jam2 4 / 5 sore dan jam-jam setelah sahur. Kemacetan disebabkan terjadinya penumpukan kendaraan, terutama motor (berpenumpang: Bapak, Ibu, dan 2 anak + sperlengkapan mudik), yang menuju ke arah Timur P. Jawa, dimana jalan chairil anwar hingga menuju tambun, menjadi jalan utama bagi motor yang tentu saja tidak bisa memasuki jalan tol yang berparalel dengan jalan Chairil Anwar.<br />
Pada Mudik tahun 2010 ini, Polisi Lalu Lintas telah membuat rute alternatif untuk menyiasati kemacetan yang terjadi di Jalan Chairil Anwar, yaitu dengan mengalihkan sebagian arus kendaraan melalui Jalan lain agar tidak terjadi penumpukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fitria Purnayanti Cahyaningrum</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8649</link>
		<dc:creator>Fitria Purnayanti Cahyaningrum</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 11:51:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8649</guid>
		<description>Nama: Fitria Purnayanti Cahyaningrum
NIM: 35564 

1. a. Jika sdr. mudik pada saat lebaran (definisi mudik, kalau perjalanan ke tujuan lebih dari 60 km), kendaraan apa yang digunakan, dan apa alasannya menggunakan kendaraan tersebut?

Ketika lebaran kemarin, saya mudik dari Yogyakarta ke Balikpapan, saya menggunakan moda pesawat. 

Alasannya:

- Secara ekonomi, menggunakan moda pesawat memang lebih mahal, tetapi melihat dari segi kenyamanan, jelas jauh lebih nyaman.
Dalam hal mudik kemarin, saya menghabiskan biaya Rp 499000 dari Yogyakarta ke Balikpapan. Biaya  tersebut tidaklah mahal jika mengingat biaya yang biasanya saya keluarkan untuk pulang ke Balikpapan jauh lebih banyak dari itu. Itu dikarenakan, saya membeli dari jauh-jauh hari, sehingga saya bisa mendapatkan tiket promo. Biasanya harga normal yang biasa saya dapatkan bisa mencapai 1 juta lebih.
Dan, ketika saya kembali balik ke Yogyakarta, saya mendapat tiket sekitar 800an ribu. Memang tidak semurah tiket sebelumnya, tapi saya sudah cukup bersyukur karena itu adalah tiket yang paling murah pada saat itu yang saya bisa beli.
Agar tidak rugi, disini yang dibutuhkan adalah pintar-pintar kita dalam menyiasati memilih maskapai penerbangan mana yang pas agar sesuai dengan kondisi keuangan kita.

- Dan mempertimbangkan waktu, menggunakan pesawat jauh lebih mempersingkat waktu perjalanan.
Perjalanan mudik menggunakan pesawat kemarin menghabiskan waktu hanya sekitar 45 menit.
Ini jelas jauh lebih cepat dibandingkan jka saya menggunakan moda yang lain, seperti kapal misalnya.

Dengan menggunakan pesawat, segalanya jauh lebih praktis. ^^
Itulah sebabnya saya lebih memilih moda pesawat ketika bepergian mudik.


2. Silakan amati arus lalulintas kendaraan di kota sdr. pada saat lebaran. Terjadikah kemacetan ? Jelaskan kondisi arus lalulintas tsb. dan jelaskan solusi apa yang sebaiknya dilakukan !


Pada saat lebaran, pada pagi hari kondisi lalu lintas di sekitar rumah saya cukup lengang ketika menjelang solat Ied, tapi begitu selesai solat Ied, jalan terlihat sangat padat, terutama di jalan-jalan besar yang dekat dengan masjid besar, terjadi kemacetan yang cukup mengganggu. 
Beberapa jam kemudian, menjelang siang hari, pada saat lebaran, di Balikpapan ramai semua orang berkunjung ke keluarganya masing-masing untuk silaturahmi, walaupun begitu tidak terlihat kemacetan yang mencolok. Memang pada dasarnya, di Balikpapan jarang terjadi kemacetan, hanya di jalan-jalan tertentu yang terjadi kemacetan dan itupun tidaklah berlangsung lama.
Solusi yang mungkin bisa diambil, adalah penurunan polantas ke jalan agar situasi lalu lintas lebih terkendali, dan dilakukan pengalihan jalan agar kendaraan-kendaraan tidak hanya menumpuk di satu titik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nama: Fitria Purnayanti Cahyaningrum<br />
NIM: 35564 </p>
<p>1. a. Jika sdr. mudik pada saat lebaran (definisi mudik, kalau perjalanan ke tujuan lebih dari 60 km), kendaraan apa yang digunakan, dan apa alasannya menggunakan kendaraan tersebut?</p>
<p>Ketika lebaran kemarin, saya mudik dari Yogyakarta ke Balikpapan, saya menggunakan moda pesawat. </p>
<p>Alasannya:</p>
<p>- Secara ekonomi, menggunakan moda pesawat memang lebih mahal, tetapi melihat dari segi kenyamanan, jelas jauh lebih nyaman.<br />
Dalam hal mudik kemarin, saya menghabiskan biaya Rp 499000 dari Yogyakarta ke Balikpapan. Biaya  tersebut tidaklah mahal jika mengingat biaya yang biasanya saya keluarkan untuk pulang ke Balikpapan jauh lebih banyak dari itu. Itu dikarenakan, saya membeli dari jauh-jauh hari, sehingga saya bisa mendapatkan tiket promo. Biasanya harga normal yang biasa saya dapatkan bisa mencapai 1 juta lebih.<br />
Dan, ketika saya kembali balik ke Yogyakarta, saya mendapat tiket sekitar 800an ribu. Memang tidak semurah tiket sebelumnya, tapi saya sudah cukup bersyukur karena itu adalah tiket yang paling murah pada saat itu yang saya bisa beli.<br />
Agar tidak rugi, disini yang dibutuhkan adalah pintar-pintar kita dalam menyiasati memilih maskapai penerbangan mana yang pas agar sesuai dengan kondisi keuangan kita.</p>
<p>- Dan mempertimbangkan waktu, menggunakan pesawat jauh lebih mempersingkat waktu perjalanan.<br />
Perjalanan mudik menggunakan pesawat kemarin menghabiskan waktu hanya sekitar 45 menit.<br />
Ini jelas jauh lebih cepat dibandingkan jka saya menggunakan moda yang lain, seperti kapal misalnya.</p>
<p>Dengan menggunakan pesawat, segalanya jauh lebih praktis. ^^<br />
Itulah sebabnya saya lebih memilih moda pesawat ketika bepergian mudik.</p>
<p>2. Silakan amati arus lalulintas kendaraan di kota sdr. pada saat lebaran. Terjadikah kemacetan ? Jelaskan kondisi arus lalulintas tsb. dan jelaskan solusi apa yang sebaiknya dilakukan !</p>
<p>Pada saat lebaran, pada pagi hari kondisi lalu lintas di sekitar rumah saya cukup lengang ketika menjelang solat Ied, tapi begitu selesai solat Ied, jalan terlihat sangat padat, terutama di jalan-jalan besar yang dekat dengan masjid besar, terjadi kemacetan yang cukup mengganggu.<br />
Beberapa jam kemudian, menjelang siang hari, pada saat lebaran, di Balikpapan ramai semua orang berkunjung ke keluarganya masing-masing untuk silaturahmi, walaupun begitu tidak terlihat kemacetan yang mencolok. Memang pada dasarnya, di Balikpapan jarang terjadi kemacetan, hanya di jalan-jalan tertentu yang terjadi kemacetan dan itupun tidaklah berlangsung lama.<br />
Solusi yang mungkin bisa diambil, adalah penurunan polantas ke jalan agar situasi lalu lintas lebih terkendali, dan dilakukan pengalihan jalan agar kendaraan-kendaraan tidak hanya menumpuk di satu titik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ayuwandira Febriana Sadu</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8640</link>
		<dc:creator>Ayuwandira Febriana Sadu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 11:49:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8640</guid>
		<description>Nama : Ayuwandira Febriana Sadu
NIM : 35509
Kelas : A

1a. Saya mudik ke Gorontalo,Sulawesi. dan karena saya harus menempuh daerah yang beda pulau dengan pulau Jawa, maka dari itu saya menggunakan pesawat untuk mudik. Kenapa saya tidak menggunakan kapal laut? Mungkin memang harganya auh lebih murah daripada pesawat. tapi, dalam hal ini saya memprioritaskan transportasi yang nomor satu dalam efisiensi waktu.
2.Gorontalo yang hari-hari sebelumnya tidak pernah mengalami kemacetan pun benar-benar seperti kota Jakarta macetnya pada seminggu sebelum lebaran dan seminggu setelah lebaran.
Hal ini dikarenakan simpang-simpang yang ada di Gorontalo sebagian besar masih berfase dua. sehingga jika tidak disertai dengan kesabaran dan kehati-hatian pengguna jalan akan bisa menyebabkan kemacetan atau yang lebih buruk lagi kecelakaan. Sisanya adalah simpang prioritas yang lebih lagi sangat menyebabkan kemacetan pada hari lebaran. Apalagi ditambah dengan hambatan samping dari kendaraan-kendaraan yang tidak tertib dalam berparkir. ditambah lagi dengan lebar jalan yang belum cukup. sehingga, jalan yang semula ada dua lajur, malah menjadi satu lajur.
Tapi, kemacetan ini diatasi dengan cara mengalihkan arus berlebih ke jalan yang arusnya kurang padat. dan juga menempatkan para Polisi lalu lintas untuk menertibkan arus yang padat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nama : Ayuwandira Febriana Sadu<br />
NIM : 35509<br />
Kelas : A</p>
<p>1a. Saya mudik ke Gorontalo,Sulawesi. dan karena saya harus menempuh daerah yang beda pulau dengan pulau Jawa, maka dari itu saya menggunakan pesawat untuk mudik. Kenapa saya tidak menggunakan kapal laut? Mungkin memang harganya auh lebih murah daripada pesawat. tapi, dalam hal ini saya memprioritaskan transportasi yang nomor satu dalam efisiensi waktu.<br />
2.Gorontalo yang hari-hari sebelumnya tidak pernah mengalami kemacetan pun benar-benar seperti kota Jakarta macetnya pada seminggu sebelum lebaran dan seminggu setelah lebaran.<br />
Hal ini dikarenakan simpang-simpang yang ada di Gorontalo sebagian besar masih berfase dua. sehingga jika tidak disertai dengan kesabaran dan kehati-hatian pengguna jalan akan bisa menyebabkan kemacetan atau yang lebih buruk lagi kecelakaan. Sisanya adalah simpang prioritas yang lebih lagi sangat menyebabkan kemacetan pada hari lebaran. Apalagi ditambah dengan hambatan samping dari kendaraan-kendaraan yang tidak tertib dalam berparkir. ditambah lagi dengan lebar jalan yang belum cukup. sehingga, jalan yang semula ada dua lajur, malah menjadi satu lajur.<br />
Tapi, kemacetan ini diatasi dengan cara mengalihkan arus berlebih ke jalan yang arusnya kurang padat. dan juga menempatkan para Polisi lalu lintas untuk menertibkan arus yang padat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ayuwandira Febriana Sadu</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8639</link>
		<dc:creator>Ayuwandira Febriana Sadu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 11:49:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8639</guid>
		<description>1a. Saya mudik ke Gorontalo,Sulawesi. dan karena saya harus menempuh daerah yang beda pulau dengan pulau Jawa, maka dari itu saya menggunakan pesawat untuk mudik. Kenapa saya tidak menggunakan kapal laut? Mungkin memang harganya auh lebih murah daripada pesawat. tapi, dalam hal ini saya memprioritaskan transportasi yang nomor satu dalam efisiensi waktu.
2.Gorontalo yang hari-hari sebelumnya tidak pernah mengalami kemacetan pun benar-benar seperti kota Jakarta macetnya pada seminggu sebelum lebaran dan seminggu setelah lebaran.
Hal ini dikarenakan simpang-simpang yang ada di Gorontalo sebagian besar masih berfase dua. sehingga jika tidak disertai dengan kesabaran dan kehati-hatian pengguna jalan akan bisa menyebabkan kemacetan atau yang lebih buruk lagi kecelakaan. Sisanya adalah simpang prioritas yang lebih lagi sangat menyebabkan kemacetan pada hari lebaran. Apalagi ditambah dengan hambatan samping dari kendaraan-kendaraan yang tidak tertib dalam berparkir. ditambah lagi dengan lebar jalan yang belum cukup. sehingga, jalan yang semula ada dua lajur, malah menjadi satu lajur.
Tapi, kemacetan ini diatasi dengan cara mengalihkan arus berlebih ke jalan yang arusnya kurang padat. dan juga menempatkan para Polisi lalu lintas untuk menertibkan arus yang padat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1a. Saya mudik ke Gorontalo,Sulawesi. dan karena saya harus menempuh daerah yang beda pulau dengan pulau Jawa, maka dari itu saya menggunakan pesawat untuk mudik. Kenapa saya tidak menggunakan kapal laut? Mungkin memang harganya auh lebih murah daripada pesawat. tapi, dalam hal ini saya memprioritaskan transportasi yang nomor satu dalam efisiensi waktu.<br />
2.Gorontalo yang hari-hari sebelumnya tidak pernah mengalami kemacetan pun benar-benar seperti kota Jakarta macetnya pada seminggu sebelum lebaran dan seminggu setelah lebaran.<br />
Hal ini dikarenakan simpang-simpang yang ada di Gorontalo sebagian besar masih berfase dua. sehingga jika tidak disertai dengan kesabaran dan kehati-hatian pengguna jalan akan bisa menyebabkan kemacetan atau yang lebih buruk lagi kecelakaan. Sisanya adalah simpang prioritas yang lebih lagi sangat menyebabkan kemacetan pada hari lebaran. Apalagi ditambah dengan hambatan samping dari kendaraan-kendaraan yang tidak tertib dalam berparkir. ditambah lagi dengan lebar jalan yang belum cukup. sehingga, jalan yang semula ada dua lajur, malah menjadi satu lajur.<br />
Tapi, kemacetan ini diatasi dengan cara mengalihkan arus berlebih ke jalan yang arusnya kurang padat. dan juga menempatkan para Polisi lalu lintas untuk menertibkan arus yang padat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rezky Agung Nuladani</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8636</link>
		<dc:creator>Rezky Agung Nuladani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:09:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8636</guid>
		<description>Nama : Rezky Agung Nuladani
NIM : 05/183750/TK/30411

1. a). Mudik tahun ini saya melakukan perjalanan dengan tujuan Blora, saya menggunakan jeis perjalanan inter moda yakni dengan menggunakan kendaraan Bus Antar Kota Antar Propinsi dengan rute perjalanan sebagai berikut :

 Yogyakarta-Surakarta (Solo)
 Surakarta (Solo)-Purwodadi
 Purwodadi-Blora

alasan saya menggnakan moda Bus ini karena biaya nya lebih murah di bandingkan dengan travel walupun dengan travel lebih nyaman,,,waktu tempuh perjalanan baik menggunakan Bus maupun Travel sama yakni 5,5 jam...

 b). jika saya harus ke Jakarta kendaraan yg saya ingin gunakan adaLah Kereta Api alesannya sangat sederhana,,

       1. dilihat dari waktu perjalanan menggunakan moda kereta api tidak terlalu berbeda dengan kendaraan darat lainnya,,
yaitu sekitar 8-10 jam,,,,
       2. dilihat dari biaya kereta api tidak terlalu mahal dibandingkan dengn kendaraan darat laiinya walaupun dengan pesawat terbang lebih cepat,,karena dalam mudik lebaran ini statusnya sudah direncana dan bukan yang tergesa-gesa jadi tidak perlu menggunakan pesawat terbang yang biayanya juga lebih mahaL,,
       3. dilihat dari kenyamanan kereta api tidak kalah nyaman dengan pesawat dan kendaraan darat lainnya,,hanya saja kita juga harus berhati-hati jikalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi seperti pencurian ato perampokan dsb,,,

2. Di daerah Kabupaten Blora tidak terjadi kemacetan,,karena daerah ini adalah kota kecil yang luas wilayahnya hanya 1.820,59 Km2 (sumber : pemkabblora.go.id) dan jumlah penduduk 820.000-an jiwa (sumber : pemkabblora.go.id),,
kepadatan lalulintas hanya terjadi di daerah Kota Blora yaitu alun-alun Blora yang disana banyak pedagang kaki lima yang banyak menjual makanan khas kota blora.
jadi arus lalulintas yg terjadi disana tidak terlalu rumit hanya saja arus lebih memusat ke alun-alun Blora tsb,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nama : Rezky Agung Nuladani<br />
NIM : 05/183750/TK/30411</p>
<p>1. a). Mudik tahun ini saya melakukan perjalanan dengan tujuan Blora, saya menggunakan jeis perjalanan inter moda yakni dengan menggunakan kendaraan Bus Antar Kota Antar Propinsi dengan rute perjalanan sebagai berikut :</p>
<p> Yogyakarta-Surakarta (Solo)<br />
 Surakarta (Solo)-Purwodadi<br />
 Purwodadi-Blora</p>
<p>alasan saya menggnakan moda Bus ini karena biaya nya lebih murah di bandingkan dengan travel walupun dengan travel lebih nyaman,,,waktu tempuh perjalanan baik menggunakan Bus maupun Travel sama yakni 5,5 jam&#8230;</p>
<p> b). jika saya harus ke Jakarta kendaraan yg saya ingin gunakan adaLah Kereta Api alesannya sangat sederhana,,</p>
<p>       1. dilihat dari waktu perjalanan menggunakan moda kereta api tidak terlalu berbeda dengan kendaraan darat lainnya,,<br />
yaitu sekitar 8-10 jam,,,,<br />
       2. dilihat dari biaya kereta api tidak terlalu mahal dibandingkan dengn kendaraan darat laiinya walaupun dengan pesawat terbang lebih cepat,,karena dalam mudik lebaran ini statusnya sudah direncana dan bukan yang tergesa-gesa jadi tidak perlu menggunakan pesawat terbang yang biayanya juga lebih mahaL,,<br />
       3. dilihat dari kenyamanan kereta api tidak kalah nyaman dengan pesawat dan kendaraan darat lainnya,,hanya saja kita juga harus berhati-hati jikalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi seperti pencurian ato perampokan dsb,,,</p>
<p>2. Di daerah Kabupaten Blora tidak terjadi kemacetan,,karena daerah ini adalah kota kecil yang luas wilayahnya hanya 1.820,59 Km2 (sumber : pemkabblora.go.id) dan jumlah penduduk 820.000-an jiwa (sumber : pemkabblora.go.id),,<br />
kepadatan lalulintas hanya terjadi di daerah Kota Blora yaitu alun-alun Blora yang disana banyak pedagang kaki lima yang banyak menjual makanan khas kota blora.<br />
jadi arus lalulintas yg terjadi disana tidak terlalu rumit hanya saja arus lebih memusat ke alun-alun Blora tsb,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Risang Aji Dananjoyo (NIM.30418)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8632</link>
		<dc:creator>Risang Aji Dananjoyo (NIM.30418)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 01:44:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8632</guid>
		<description>1.a. Jika saya mudik pada saat lebaran,saya biasa menggunakan kendaraan pribadi. Selain hal ini sudah menjadi tradisi di keluarga besar saya, menggunakan kendaraan pribadi juga terasa lebih nyaman karena alasan privasi yang membuat kami sekeluarga memiliki space khusus bagi keluarga.

2.   Saya mengamati kondisi lalin di kota jogjakarta, daerah tujuan mudik saya. Arus lalin pada saat lebaran sangat lah padat, kemacetan terjadi di banyak titik terutama pada daerah wisata. Hal ini wajar karena selain jogja menjadi kota tujuan wisata, jogja juga merupakan kota tujuan mudik, jadi kemacetan saat lebaran merupakan hal yg sering terjadi.
     Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemacetan antara lain dengan mengurangi kendaraan pribadi yang berkapasitas kecil, dan memperbaiki sarana dan prasarana angkutan umum dalam kota yang dapat mengangkut lebih banyak penumpang. Sehingga para wisatawan dapat mengurangi jumlah perjalanan dalam kota.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.a. Jika saya mudik pada saat lebaran,saya biasa menggunakan kendaraan pribadi. Selain hal ini sudah menjadi tradisi di keluarga besar saya, menggunakan kendaraan pribadi juga terasa lebih nyaman karena alasan privasi yang membuat kami sekeluarga memiliki space khusus bagi keluarga.</p>
<p>2.   Saya mengamati kondisi lalin di kota jogjakarta, daerah tujuan mudik saya. Arus lalin pada saat lebaran sangat lah padat, kemacetan terjadi di banyak titik terutama pada daerah wisata. Hal ini wajar karena selain jogja menjadi kota tujuan wisata, jogja juga merupakan kota tujuan mudik, jadi kemacetan saat lebaran merupakan hal yg sering terjadi.<br />
     Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemacetan antara lain dengan mengurangi kendaraan pribadi yang berkapasitas kecil, dan memperbaiki sarana dan prasarana angkutan umum dalam kota yang dapat mengangkut lebih banyak penumpang. Sehingga para wisatawan dapat mengurangi jumlah perjalanan dalam kota.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hiromi Ega Meldinizcha</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8631</link>
		<dc:creator>Hiromi Ega Meldinizcha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 10:44:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=145#comment-8631</guid>
		<description>Nama : Hiromi Ega Meldinizcha
NIM    : 09/285104/TK/35638
Kelas  : A

1.b Kebetulan rumah saya berada di jakarta, tapi kampung saya di padang jadi saya hanya pulang ke rumah, tidak mudik ke padang. Saya pulang dengan pesawat terbang, alasannya adalah sebagai berikut : 
- Biasanya saya naik kereta api kelas ekonomi bersama teman saya, tapi saya mengira akan lebih ramai dari biasanya karena itu saya tidak memilih naik kereta api.
- Menjelang lebaran, harga tiket kereta api naik dan saya pun mendapat tiket pesawat murah seharga rp.260.000, karena itu saya memilih naik pesawat terbang.
- Alasan waktu, karena dengan naik pesawat terbang yang hanya menghabiskan waktu kira-kira 1 jam untuk sampai bandara di jakarta. Sedangkan kereta api menghabiskan waktu kira-kira 11 jam.
2. Menurut pengamatan saya, kota jakarta mengalami pengurangan arus kendaraan bermotor selama lebaran. Menurut saya, ini karena banyak orang-orang yang mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tapi setelah pemudik-pemudik itu kembali lagi ke jakarta, kondisi arus di jakarta menjadi ramai kembali seperti biasanya. Menurut saya, ini karena volume kendaraan tidak sebanding dengan jalan. Sebaiknya kendaraan bermotor dibatasi jumlahnya dan umur pemakaiannya, tapi transportasi publik perlu dibenahi terlebih dahulu agar orang-orang yang memakai kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik. Jalan raya juga perlu diperlebar agar arus kendaraan lancar. Sekian dari saya dan terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nama : Hiromi Ega Meldinizcha<br />
NIM    : 09/285104/TK/35638<br />
Kelas  : A</p>
<p>1.b Kebetulan rumah saya berada di jakarta, tapi kampung saya di padang jadi saya hanya pulang ke rumah, tidak mudik ke padang. Saya pulang dengan pesawat terbang, alasannya adalah sebagai berikut :<br />
- Biasanya saya naik kereta api kelas ekonomi bersama teman saya, tapi saya mengira akan lebih ramai dari biasanya karena itu saya tidak memilih naik kereta api.<br />
- Menjelang lebaran, harga tiket kereta api naik dan saya pun mendapat tiket pesawat murah seharga rp.260.000, karena itu saya memilih naik pesawat terbang.<br />
- Alasan waktu, karena dengan naik pesawat terbang yang hanya menghabiskan waktu kira-kira 1 jam untuk sampai bandara di jakarta. Sedangkan kereta api menghabiskan waktu kira-kira 11 jam.<br />
2. Menurut pengamatan saya, kota jakarta mengalami pengurangan arus kendaraan bermotor selama lebaran. Menurut saya, ini karena banyak orang-orang yang mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tapi setelah pemudik-pemudik itu kembali lagi ke jakarta, kondisi arus di jakarta menjadi ramai kembali seperti biasanya. Menurut saya, ini karena volume kendaraan tidak sebanding dengan jalan. Sebaiknya kendaraan bermotor dibatasi jumlahnya dan umur pemakaiannya, tapi transportasi publik perlu dibenahi terlebih dahulu agar orang-orang yang memakai kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik. Jalan raya juga perlu diperlebar agar arus kendaraan lancar. Sekian dari saya dan terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
