<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Traffic Analysis at Gadjah Mada University Campus and in Malioboro CBD area</title>
	<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95</link>
	<description>Lecturer in Transportation, Gadjah Mada University</description>
	<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 15:59:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
		<item>
		<title>By: Yuni</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-13859</link>
		<dc:creator>Yuni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 18:26:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-13859</guid>
		<description>Assalamualaikum...
Pak Munawar,
Bagaimana menganalisa bundaran bersinyal dengan empat kaki, serta major road dan minor road.
Tolong dijawab di email saya aja.

Terima Masih,
Wassalam,
Yuni</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;<br />
Pak Munawar,<br />
Bagaimana menganalisa bundaran bersinyal dengan empat kaki, serta major road dan minor road.<br />
Tolong dijawab di email saya aja.</p>
<p>Terima Masih,<br />
Wassalam,<br />
Yuni</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: khusni mustaqim</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-8435</link>
		<dc:creator>khusni mustaqim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 14:22:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-8435</guid>
		<description>salam SEMANGAT!!
perkenalkan saya Khusni Mustaqim mahasiswa Psikologi perkenankan saya untuk berkomentar

1. Bagaimana pendapat anda mengenai penutupan pintu di UGM (mohon dapat memberikan uraian penjelasan mengenai pilihan anda) ?
b. Pintu dibuka pada jam kerja, sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM)

karena saya pikir penutupan pintu di jam kerja justru akan menciptakan kemacetan di portal

2. Jika diberlakukan aturan: “melewati portal UGM harus memakai karcis/pengenal”, maka sebaiknya:
c. walaupun diberi karcis, tetapi tetap gratis bagi semuanya, baik warga maupun non warga UGM

saya pikir dengan adanya portal sendiri telah menciptakan "tembok psikologis" dan orang2 yang memang hanya ingin sekedar lalu lalang akan mengurungkan niatnya. Hal ini bisa dilihat sendiri di kluster humaniora.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam SEMANGAT!!<br />
perkenalkan saya Khusni Mustaqim mahasiswa Psikologi perkenankan saya untuk berkomentar</p>
<p>1. Bagaimana pendapat anda mengenai penutupan pintu di UGM (mohon dapat memberikan uraian penjelasan mengenai pilihan anda) ?<br />
b. Pintu dibuka pada jam kerja, sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM)</p>
<p>karena saya pikir penutupan pintu di jam kerja justru akan menciptakan kemacetan di portal</p>
<p>2. Jika diberlakukan aturan: “melewati portal UGM harus memakai karcis/pengenal”, maka sebaiknya:<br />
c. walaupun diberi karcis, tetapi tetap gratis bagi semuanya, baik warga maupun non warga UGM</p>
<p>saya pikir dengan adanya portal sendiri telah menciptakan &#8220;tembok psikologis&#8221; dan orang2 yang memang hanya ingin sekedar lalu lalang akan mengurungkan niatnya. Hal ini bisa dilihat sendiri di kluster humaniora.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Argitalia F.K</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6990</link>
		<dc:creator>Argitalia F.K</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:29:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6990</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr.Wb

#Pendapat saya tentang penutupan Pintu UGM
Sesuai opsi yang ada, saya memilih pilihan B karena paling memiliki dampak negatif paling sedikit.  
Kalo pintu ditutup 24 jam, maka akan membuat kesulitan bagi mahasiswa yang hendak kuliah karena harus memutar jauh.
Kalau dibuka 24 jam, maka jalan di UGM hanya akan jadi jalan pintas bagi pengguna jalan dan akibatnya di lingkungan UGM menjadi padat dan tidak nyaman.
Dengan pertimbangan itulah saya memilih opsi B “Pintu dibuka pada jam kerja, sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM)”

Saat ini sudah berlaku penutupan jalan di beberapa pintu UGM terutama sekitar gedung GSP.  Dari pelaksaan yang sudah ada, saya ingin berpendapat agar pintu di sebelah utara Masjid Kampus UGM dibuka. Mengapa? Karena menurut saya Masjid Kampus tersebut juga bagian dari fasilitas umum yang bisa digunakan oleh orang banyak. Tapi dengan ditutupnya pintu di sebelah Utara Masjid tersebut membuat orang yang hendak pergi ke Masjid harus memutar dan masuk lewat Bunderan UGM. Hal tersebut cukup merepotkan.

#Menanggapi tentang “Jika diberlakukan aturan: “melewati portal UGM harus memakai karcis/pengenal”,

Saya memilih “ selain warga UGM harus membayar karcis parkir, sedangkan bagi warga UGM gratis” karena  itu paling baik diantara yang lain. Sewajarnya mahasiswa dapat masuk secara gratis, sedangkan untuk umum harus membayar. Saya rasa Alasan lainnya tidak jauh berbeda dengan teman2 diatas.  
Tapi ketika sistem ini diberlakukan, akan ada beberapa masalah yang muncul yaitu

1. Kesulitan membedakan mana yang warga UGM dan yang bukan.  
hal ini bisa diatasi dengan kepemilikan kartu identitas (kartu pass,stiker,dll).  Tapi hendaknya identitas tersebut punya masa berlaku, karena jika tidak ada masa berlakunya, bisa saja yang bukan mahasiswa (alumni) tetap bisa keluar masuk secara bebas.

2. Kemacetan di pintu pemeriksaan (portal).
Terjadi karena adanya proses pemeriksaan (mahasiswa) ataupun pembayaran (umum).  Hal ini sulit diatasi, dan sudah sewajarnya terjadi

3. Uang hasil pembayaran tersebut harus benar2 dikelola dengan baik dan digunakan untuk perbaikan fasilitas.



#Menanggapi tentang penutupan Jalan Malioboro bagi kendaraan bermotor, saya sangat setuju sekali.  Hal ini bisa membuat pengunjung merasa nyaman dan enak. Sedang bagi pejalan kaki juga memiliki wilayah yang luas untuk jalan kaki (karena saat ini wilayahnya menjadi lahan parkir).  Untuk alasan lainnya tidak jauh berbeda dengan teman2 yang lain.  Hanya saja jika sistem ini diberlakukan maka:

1. Harus disediakan lahan parkir yang besar untuk tempat parkir pengunjung (yang membawa kendaraan) yang terletak di luar wilayah jalan malioboro. Kalau tidak disediakan lahan khusus, akan terjadi kesemrawutan di wilayah yang lain. Misalnya saja, orang akan parkir sembarangan di pinggir jalan.

2. Kemacetan akan berpindah yaitu yang awalnya di jalan Malioboro, pindah ke wilayah tempat parkir yang disediakan.

3. Orang2 akan merasa malas ke Malioboro karena harus berjalan jauh.
Hal ini bisa diatasi dengan adanya angkutan umum, persewaan sepeda.  Menurut saya alangkah baiknya jika bisa memberdayakan becak sebagai angkutan umum yang utama.  Selain dapat memberi penghasilan bagi penarik becak, dapat mengurangi polusi, juga dapat menjadi wisata budaya tersendiri. 

Saya sangat tertarik untuk membahas masalah transportasi mengingat semakin parahnya kondisi transportasi di Indonesia terutama Yogya.  Demikian tanggapan dari saya, banyak kekurangannya.
AFK (afk_4790@yahoo.co.id)	

Wassalamualaikum Wr.Wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb</p>
<p>#Pendapat saya tentang penutupan Pintu UGM<br />
Sesuai opsi yang ada, saya memilih pilihan B karena paling memiliki dampak negatif paling sedikit.<br />
Kalo pintu ditutup 24 jam, maka akan membuat kesulitan bagi mahasiswa yang hendak kuliah karena harus memutar jauh.<br />
Kalau dibuka 24 jam, maka jalan di UGM hanya akan jadi jalan pintas bagi pengguna jalan dan akibatnya di lingkungan UGM menjadi padat dan tidak nyaman.<br />
Dengan pertimbangan itulah saya memilih opsi B “Pintu dibuka pada jam kerja, sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM)”</p>
<p>Saat ini sudah berlaku penutupan jalan di beberapa pintu UGM terutama sekitar gedung GSP.  Dari pelaksaan yang sudah ada, saya ingin berpendapat agar pintu di sebelah utara Masjid Kampus UGM dibuka. Mengapa? Karena menurut saya Masjid Kampus tersebut juga bagian dari fasilitas umum yang bisa digunakan oleh orang banyak. Tapi dengan ditutupnya pintu di sebelah Utara Masjid tersebut membuat orang yang hendak pergi ke Masjid harus memutar dan masuk lewat Bunderan UGM. Hal tersebut cukup merepotkan.</p>
<p>#Menanggapi tentang “Jika diberlakukan aturan: “melewati portal UGM harus memakai karcis/pengenal”,</p>
<p>Saya memilih “ selain warga UGM harus membayar karcis parkir, sedangkan bagi warga UGM gratis” karena  itu paling baik diantara yang lain. Sewajarnya mahasiswa dapat masuk secara gratis, sedangkan untuk umum harus membayar. Saya rasa Alasan lainnya tidak jauh berbeda dengan teman2 diatas.<br />
Tapi ketika sistem ini diberlakukan, akan ada beberapa masalah yang muncul yaitu</p>
<p>1. Kesulitan membedakan mana yang warga UGM dan yang bukan.<br />
hal ini bisa diatasi dengan kepemilikan kartu identitas (kartu pass,stiker,dll).  Tapi hendaknya identitas tersebut punya masa berlaku, karena jika tidak ada masa berlakunya, bisa saja yang bukan mahasiswa (alumni) tetap bisa keluar masuk secara bebas.</p>
<p>2. Kemacetan di pintu pemeriksaan (portal).<br />
Terjadi karena adanya proses pemeriksaan (mahasiswa) ataupun pembayaran (umum).  Hal ini sulit diatasi, dan sudah sewajarnya terjadi</p>
<p>3. Uang hasil pembayaran tersebut harus benar2 dikelola dengan baik dan digunakan untuk perbaikan fasilitas.</p>
<p>#Menanggapi tentang penutupan Jalan Malioboro bagi kendaraan bermotor, saya sangat setuju sekali.  Hal ini bisa membuat pengunjung merasa nyaman dan enak. Sedang bagi pejalan kaki juga memiliki wilayah yang luas untuk jalan kaki (karena saat ini wilayahnya menjadi lahan parkir).  Untuk alasan lainnya tidak jauh berbeda dengan teman2 yang lain.  Hanya saja jika sistem ini diberlakukan maka:</p>
<p>1. Harus disediakan lahan parkir yang besar untuk tempat parkir pengunjung (yang membawa kendaraan) yang terletak di luar wilayah jalan malioboro. Kalau tidak disediakan lahan khusus, akan terjadi kesemrawutan di wilayah yang lain. Misalnya saja, orang akan parkir sembarangan di pinggir jalan.</p>
<p>2. Kemacetan akan berpindah yaitu yang awalnya di jalan Malioboro, pindah ke wilayah tempat parkir yang disediakan.</p>
<p>3. Orang2 akan merasa malas ke Malioboro karena harus berjalan jauh.<br />
Hal ini bisa diatasi dengan adanya angkutan umum, persewaan sepeda.  Menurut saya alangkah baiknya jika bisa memberdayakan becak sebagai angkutan umum yang utama.  Selain dapat memberi penghasilan bagi penarik becak, dapat mengurangi polusi, juga dapat menjadi wisata budaya tersendiri. </p>
<p>Saya sangat tertarik untuk membahas masalah transportasi mengingat semakin parahnya kondisi transportasi di Indonesia terutama Yogya.  Demikian tanggapan dari saya, banyak kekurangannya.<br />
AFK (afk_4790@yahoo.co.id)	</p>
<p>Wassalamualaikum Wr.Wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Primahesti Dyah Widowati (NIM:34882)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6985</link>
		<dc:creator>Primahesti Dyah Widowati (NIM:34882)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 14:28:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6985</guid>
		<description>Assalammualaikum Wr.Wb.
saya ingin mengunkapkan pendapat saya mengenai masalah penutupan portal ugm serta mengenai masalah tentang malioboro


1. Bagaimana pendapat anda mengenai penutupan pintu di UGM (mohon dapat memberikan uraian penjelasan mengenai pilihan anda) ?
saya memilih option b yaitu :

b. Pintu dibuka pada jam kerja, sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM)

Menurut saya dengan pintu yang dibuka selama jam kerja tidak akan menghambat lalu lintas di sekitar lingkungan UGM.tentunya aktivitas masyarakat sendiri termasuk aktivitas dari mahasiswa UGM sendiri akan lancar dan mudah dengan dibukanya pintu selama jam kerja.

Dan jika pintu dibuka selama 24 jam,maka sisi keamanan bisa saja terganggu.Bisa saja ada pihak - pihak tertentu yang memanfaatkan kesempatan dengan dibukanya pintu selama 24 jam.serta kenyamanan warga UGM pun juga bisa terganggu dengan adanya kendaraan yang lalu lalang dalam kurun waktu 24 jam.
Namun jika pintu ditutup selama 24 jam,tentunya akan menyebabkan kemacetan panjang di jalan - jalan di sekitar UGM.Karena jalan di kampus UGM biasa dijadikan sebagai jalur alternatif bagi masyarakat.Selain itu mahasiswa juga tidak bisa leluasa untuk melakukan aktivitas di luar kampus.Karena jarak yang ditempuh juga semakin jauh,tentunya itu akan memboroskan penggunaan BBM.padahal sudah seharusnya kita memulai penghematan BBM,karena itu termasuk kedalam sumber daya yang tidak dapat diperbarui.


2. Jika diberlakukan aturan: “melewati portal UGM harus memakai karcis/pengenal”, maka sebaiknya:

saya memilih option:

b. selain warga UGM harus membayar karcis parkir, sedangkan bagi warga UGM gratis

Jika pilihan pertama tentunya akan memberatkan mahasiswa dan juga warga UGM lainnya.Kecuali jika dijamin akan adanya perubahan fasilitas yang lebih baik lagi.seperti peningkatan tingkat keamanan.Mungkin pembayaran karcis merupakan solusi yang baik.

Untuk pilihan ketiga saya sangat tidak setuju.Justru dengan adanya pembebasan tarif parkir,akan mempermudah akses keluar masuk dari warga non UGM yang dapat melakukan halhal yang tidak diinginkan.Tentunya ini akan berdampak pada faktor keamanan dan kenyamanan.

Saya lebih memilih pilihan kedua.Karena dengan adanya pembebasan tarif bagi warga UGM tentu akan lebih mempermudah akses keluar masuk Kampus.Dan dengan adanya wajib bayar karcis bagi warga non UGM tentu akan membatasi akses keluar masuk bagi warga non UGM.

B. MALIOBORO

Saya setuju dengan dibuatnya malioboro sebagai kawasan khusus bagi pejalan kaki.Malioboro merupakan salah satu tempat wisata yang menghasilkan devisa bagi negara kita.Karena jika bus - bus diperbolehkan masuk ke daerah malioboro,tentunya banyak yang sembarangan menurunkan penumpangnya di sembarang tempat.Sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar malioboro dan juga tentunya menyebabkan polusi dari asap bus tersebut.Untuk pengguna kendaraan pribadi dapat memarkir kendaraannya di dekat area malioboro.Jika pejalan kaki malas untuk berjalan,maka Pemerintah daerah dapat memanfaatkan fasilitas dokar atau becak untuk mengantar pengunjung Malioboro hingga ke tempat parkir kendaraannya atau menuju ke halte trans jogja atau ke halte bus umum.Tentunya ditambah juga dengan penanaman banyak pohon hijau di area Malioboro,dengan itu kita dapat meminimalisir efek dari global warming.Trotoar bagi pejalan kaki juga harus diperbanyak,demi menjamin kenyamanan bagi pejalan kai selama berbelanja.Tentunya dengan penutupan Malioboro sebagai jalan umum,akan menyebabkan kemacetan.Namun Pemerintah daerah dapat mengalihkan kendaraan ke jalur jalur alternatif di sekitar Malioboro.

Terima kasih atas kesempatan yang telah Bapak berikan..
Wassalammualaikum Wr.Wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammualaikum Wr.Wb.<br />
saya ingin mengunkapkan pendapat saya mengenai masalah penutupan portal ugm serta mengenai masalah tentang malioboro</p>
<p>1. Bagaimana pendapat anda mengenai penutupan pintu di UGM (mohon dapat memberikan uraian penjelasan mengenai pilihan anda) ?<br />
saya memilih option b yaitu :</p>
<p>b. Pintu dibuka pada jam kerja, sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM)</p>
<p>Menurut saya dengan pintu yang dibuka selama jam kerja tidak akan menghambat lalu lintas di sekitar lingkungan UGM.tentunya aktivitas masyarakat sendiri termasuk aktivitas dari mahasiswa UGM sendiri akan lancar dan mudah dengan dibukanya pintu selama jam kerja.</p>
<p>Dan jika pintu dibuka selama 24 jam,maka sisi keamanan bisa saja terganggu.Bisa saja ada pihak - pihak tertentu yang memanfaatkan kesempatan dengan dibukanya pintu selama 24 jam.serta kenyamanan warga UGM pun juga bisa terganggu dengan adanya kendaraan yang lalu lalang dalam kurun waktu 24 jam.<br />
Namun jika pintu ditutup selama 24 jam,tentunya akan menyebabkan kemacetan panjang di jalan - jalan di sekitar UGM.Karena jalan di kampus UGM biasa dijadikan sebagai jalur alternatif bagi masyarakat.Selain itu mahasiswa juga tidak bisa leluasa untuk melakukan aktivitas di luar kampus.Karena jarak yang ditempuh juga semakin jauh,tentunya itu akan memboroskan penggunaan BBM.padahal sudah seharusnya kita memulai penghematan BBM,karena itu termasuk kedalam sumber daya yang tidak dapat diperbarui.</p>
<p>2. Jika diberlakukan aturan: “melewati portal UGM harus memakai karcis/pengenal”, maka sebaiknya:</p>
<p>saya memilih option:</p>
<p>b. selain warga UGM harus membayar karcis parkir, sedangkan bagi warga UGM gratis</p>
<p>Jika pilihan pertama tentunya akan memberatkan mahasiswa dan juga warga UGM lainnya.Kecuali jika dijamin akan adanya perubahan fasilitas yang lebih baik lagi.seperti peningkatan tingkat keamanan.Mungkin pembayaran karcis merupakan solusi yang baik.</p>
<p>Untuk pilihan ketiga saya sangat tidak setuju.Justru dengan adanya pembebasan tarif parkir,akan mempermudah akses keluar masuk dari warga non UGM yang dapat melakukan halhal yang tidak diinginkan.Tentunya ini akan berdampak pada faktor keamanan dan kenyamanan.</p>
<p>Saya lebih memilih pilihan kedua.Karena dengan adanya pembebasan tarif bagi warga UGM tentu akan lebih mempermudah akses keluar masuk Kampus.Dan dengan adanya wajib bayar karcis bagi warga non UGM tentu akan membatasi akses keluar masuk bagi warga non UGM.</p>
<p>B. MALIOBORO</p>
<p>Saya setuju dengan dibuatnya malioboro sebagai kawasan khusus bagi pejalan kaki.Malioboro merupakan salah satu tempat wisata yang menghasilkan devisa bagi negara kita.Karena jika bus - bus diperbolehkan masuk ke daerah malioboro,tentunya banyak yang sembarangan menurunkan penumpangnya di sembarang tempat.Sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar malioboro dan juga tentunya menyebabkan polusi dari asap bus tersebut.Untuk pengguna kendaraan pribadi dapat memarkir kendaraannya di dekat area malioboro.Jika pejalan kaki malas untuk berjalan,maka Pemerintah daerah dapat memanfaatkan fasilitas dokar atau becak untuk mengantar pengunjung Malioboro hingga ke tempat parkir kendaraannya atau menuju ke halte trans jogja atau ke halte bus umum.Tentunya ditambah juga dengan penanaman banyak pohon hijau di area Malioboro,dengan itu kita dapat meminimalisir efek dari global warming.Trotoar bagi pejalan kaki juga harus diperbanyak,demi menjamin kenyamanan bagi pejalan kai selama berbelanja.Tentunya dengan penutupan Malioboro sebagai jalan umum,akan menyebabkan kemacetan.Namun Pemerintah daerah dapat mengalihkan kendaraan ke jalur jalur alternatif di sekitar Malioboro.</p>
<p>Terima kasih atas kesempatan yang telah Bapak berikan..<br />
Wassalammualaikum Wr.Wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ita Noviyanti Monoarfa (NIM 35172)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6956</link>
		<dc:creator>Ita Noviyanti Monoarfa (NIM 35172)</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 12:12:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6956</guid>
		<description>Menurut saya mengenai "Setujukah anda jika Malioboro hanya khusus untuk pejalan kaki, sepeda dan angkutan umum ?"

saya sangat setuju! mengapa?
malioboro merupakan salah satu tujuan wisata para wisatawan baik wisatawan domestik maupun luar negeri. Ini menyebakan malioboro merupakan tempat yang ramai dikunjungi orang dan karena itulah maliobro harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjungnya. Dengan diberlakukan peraturan tersebut malah akan lebih banyak memberikan dampak positifnya.
1. Polusi udara dari berbagai macam kendaraan motor akan berkurang. 
2. Pengunjung malioboro akan lebih nyaman dan berbelanja dari satu toko ke toko lain karena berkurangnya  kendaraan bermotor yang berlalu lalang.
3. Pengunjung malioboro terutama bagi para wisatawan domestik akan terbiasa berjalan kaki sehingga menjadi lebih sehat bagi kesehatan tubuh.
4. Jika mereka naik kendaraan pribadi akan lebih banyak ruginya karena harus memarkir kendaraan dulu, membayar karcis parkir dan sama saja ujung-ujungnya jalan kaki, jadi tentu mereka akan lebih senang naik angkutan umum. Dengan begitu, para supir angkutan umum lebih banyak pendapatannya.

Bagi masalah banyaknya kemacetan yang akan terjadi di sekitar malioboro tentu dapat menjadi pelajaran bagi kita warga Indonesia dimana kita akan lebih menyenangi bepergian dgn angkutan umum dibanding membawa kendaraan pribadi yang hanya akan menambah kemacetan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya mengenai &#8220;Setujukah anda jika Malioboro hanya khusus untuk pejalan kaki, sepeda dan angkutan umum ?&#8221;</p>
<p>saya sangat setuju! mengapa?<br />
malioboro merupakan salah satu tujuan wisata para wisatawan baik wisatawan domestik maupun luar negeri. Ini menyebakan malioboro merupakan tempat yang ramai dikunjungi orang dan karena itulah maliobro harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjungnya. Dengan diberlakukan peraturan tersebut malah akan lebih banyak memberikan dampak positifnya.<br />
1. Polusi udara dari berbagai macam kendaraan motor akan berkurang.<br />
2. Pengunjung malioboro akan lebih nyaman dan berbelanja dari satu toko ke toko lain karena berkurangnya  kendaraan bermotor yang berlalu lalang.<br />
3. Pengunjung malioboro terutama bagi para wisatawan domestik akan terbiasa berjalan kaki sehingga menjadi lebih sehat bagi kesehatan tubuh.<br />
4. Jika mereka naik kendaraan pribadi akan lebih banyak ruginya karena harus memarkir kendaraan dulu, membayar karcis parkir dan sama saja ujung-ujungnya jalan kaki, jadi tentu mereka akan lebih senang naik angkutan umum. Dengan begitu, para supir angkutan umum lebih banyak pendapatannya.</p>
<p>Bagi masalah banyaknya kemacetan yang akan terjadi di sekitar malioboro tentu dapat menjadi pelajaran bagi kita warga Indonesia dimana kita akan lebih menyenangi bepergian dgn angkutan umum dibanding membawa kendaraan pribadi yang hanya akan menambah kemacetan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rini Erlitasari (NIM 34775)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6953</link>
		<dc:creator>Rini Erlitasari (NIM 34775)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 12:01:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6953</guid>
		<description>Assalamu'alaikum wr.wb

A. Kampus UGM
1. Menurut saya jika jika pintu masuk UGM ditutup,khususnya  Jln. Pancasila yang akan menjadi akses utama masuk kampus UGM  nantinya diberi portal dengan sistem buka-tutup selama 24 jam. Hal ini akan sangat menyulitkan masyarakat di sekitar UGM khususnya mahasiswa. Aktivitas mereka akan terganggu baik akademis maupun non-akademis dan dapat juga menimbulkan kemacetan. Hal ini juga bisa mencoreng jati diri UGM  sebagai kampus kerakyatan. Karena UGM  terkesan menutup diri dari lingkungan masyarakat. Sebenarnya maksud dari penutupan pintu masuk UGM ini  memang bagus karena ingin maenciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi mahasiswa. Tetapi hal ini justru menyulitkan mahasiwa jika akan masuk ke wilayah kampus karena harus muter terlebih dahulu dan jaraknya menjadi lebih jauh dan lama. Kebebasan bergerak di lingkungan kampus  pun menjadi semakin terbatas dengan penutupan akses keluar-masuk di berbagai titik. Dan  menyebabkan kemacetan di sekitar bundaran UGM, karena semua orang yang harus ke ugm harus lewat bundaran UGM. Demi keamanan dan kenyamanan kampus khusunya pada malam hari, Sebaiknya portal itu di buka pada jam kerja dan ditutup pada jam sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM). jadi saya lebih memilih jawaban B.

2. Kemudian masalah diberlakukannya karcis bagi orang-orang yang masuk ke UGM. Seharusnya hanya dikenakan pada orang-orang yang bukan warga UGM. Mahasiswa tidak sewajarnya disuruh membayar karcis karena mahasiswa sudah membayar biaya operasional kampus dan sebagai warga UGM sudah sewajarnya mereka menjaga fasilitas dan lingkungan kampus. Berbeda dengan orang yang bukan warga UGM mereka hanya memakai fasilitas kampus. Jadi jika ada kerusakan fasilitas, UGM-lah yang menanggung dan yang bukan warga UGM bebas dari tanggungan. Untuk itu karcis perlu diterapkan bagi non warga UGM. Jasa parkir itu juga seharusnya tidak dipegang oleh swasta, tetapi dipegang sendiri oleh UGM. Sehingga uang itu dapat digunakan untuk biaya operasional jalan yang rusak. . Di jalan yang diberi portal juga harus dibangun gardu dengan penjaga dari SKKK minimal 2 orang di masing-masing gardu untuk mengidentifikasi siapa saja yang masuk ke areal kampus. Penempelan stiker juga harus diterapkan untuk membedakan civitas akademika dan pengunjung dari luar kampus. Stiker ini terutama diterapkan untuk kendaraan roda empat karena kendaraan ini dianggap paling memakan tempat. Dengan diberlakukannya system ini orang yang tidak berkepentingan di UGM akan berpikir 1000kali untuk masuk ke areal kampus. Sehingga lingkungan kampus dapat lebih kondusif sesuai yang diharapkan. jadi jawaban yang tepat adalah B.

B. MALIOBORO
  Saya setuju jika di sekitar Malioboro hanya dikhususkan untuk pejalan kaki dan angkutan umum saja. Karena Malioboro merupakan tempat wisata yang banyak diminati oleh wisatawan, dan wisatawan itu lebih suka berjalan kaki. Selain itu tercipta kenyamanan dan keamanan di sekitar malioboro. Karena berkurangnya polusi kendaraan-kendaraan pribadi yang biasa lewat di malioboro. para wisatawan pun dapat berjalan leluasa karena di sekitar malioboro tidak lagi dipadati kendaraan pribadi yang di parkir disitu. Dengan demikian para wisatawan akan lebih banyak lagi yang berkunjung ke malioboro. hal ini dapat menambah devisa, dalam hal pariwisata.

Terima kasih atas kesempatannya untuk memberikan respon lewat web Bapak,..
Wassalamu'alaikum wr.wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb</p>
<p>A. Kampus UGM<br />
1. Menurut saya jika jika pintu masuk UGM ditutup,khususnya  Jln. Pancasila yang akan menjadi akses utama masuk kampus UGM  nantinya diberi portal dengan sistem buka-tutup selama 24 jam. Hal ini akan sangat menyulitkan masyarakat di sekitar UGM khususnya mahasiswa. Aktivitas mereka akan terganggu baik akademis maupun non-akademis dan dapat juga menimbulkan kemacetan. Hal ini juga bisa mencoreng jati diri UGM  sebagai kampus kerakyatan. Karena UGM  terkesan menutup diri dari lingkungan masyarakat. Sebenarnya maksud dari penutupan pintu masuk UGM ini  memang bagus karena ingin maenciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi mahasiswa. Tetapi hal ini justru menyulitkan mahasiwa jika akan masuk ke wilayah kampus karena harus muter terlebih dahulu dan jaraknya menjadi lebih jauh dan lama. Kebebasan bergerak di lingkungan kampus  pun menjadi semakin terbatas dengan penutupan akses keluar-masuk di berbagai titik. Dan  menyebabkan kemacetan di sekitar bundaran UGM, karena semua orang yang harus ke ugm harus lewat bundaran UGM. Demi keamanan dan kenyamanan kampus khusunya pada malam hari, Sebaiknya portal itu di buka pada jam kerja dan ditutup pada jam sedangkan di luar jam kerja (hari libur dan malam hari) pintu ditutup (kecuali bundaran UGM). jadi saya lebih memilih jawaban B.</p>
<p>2. Kemudian masalah diberlakukannya karcis bagi orang-orang yang masuk ke UGM. Seharusnya hanya dikenakan pada orang-orang yang bukan warga UGM. Mahasiswa tidak sewajarnya disuruh membayar karcis karena mahasiswa sudah membayar biaya operasional kampus dan sebagai warga UGM sudah sewajarnya mereka menjaga fasilitas dan lingkungan kampus. Berbeda dengan orang yang bukan warga UGM mereka hanya memakai fasilitas kampus. Jadi jika ada kerusakan fasilitas, UGM-lah yang menanggung dan yang bukan warga UGM bebas dari tanggungan. Untuk itu karcis perlu diterapkan bagi non warga UGM. Jasa parkir itu juga seharusnya tidak dipegang oleh swasta, tetapi dipegang sendiri oleh UGM. Sehingga uang itu dapat digunakan untuk biaya operasional jalan yang rusak. . Di jalan yang diberi portal juga harus dibangun gardu dengan penjaga dari SKKK minimal 2 orang di masing-masing gardu untuk mengidentifikasi siapa saja yang masuk ke areal kampus. Penempelan stiker juga harus diterapkan untuk membedakan civitas akademika dan pengunjung dari luar kampus. Stiker ini terutama diterapkan untuk kendaraan roda empat karena kendaraan ini dianggap paling memakan tempat. Dengan diberlakukannya system ini orang yang tidak berkepentingan di UGM akan berpikir 1000kali untuk masuk ke areal kampus. Sehingga lingkungan kampus dapat lebih kondusif sesuai yang diharapkan. jadi jawaban yang tepat adalah B.</p>
<p>B. MALIOBORO<br />
  Saya setuju jika di sekitar Malioboro hanya dikhususkan untuk pejalan kaki dan angkutan umum saja. Karena Malioboro merupakan tempat wisata yang banyak diminati oleh wisatawan, dan wisatawan itu lebih suka berjalan kaki. Selain itu tercipta kenyamanan dan keamanan di sekitar malioboro. Karena berkurangnya polusi kendaraan-kendaraan pribadi yang biasa lewat di malioboro. para wisatawan pun dapat berjalan leluasa karena di sekitar malioboro tidak lagi dipadati kendaraan pribadi yang di parkir disitu. Dengan demikian para wisatawan akan lebih banyak lagi yang berkunjung ke malioboro. hal ini dapat menambah devisa, dalam hal pariwisata.</p>
<p>Terima kasih atas kesempatannya untuk memberikan respon lewat web Bapak,..<br />
Wassalamu&#8217;alaikum wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Satya devara (35123)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6947</link>
		<dc:creator>Satya devara (35123)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 12:55:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6947</guid>
		<description>Assalamualaikum.wr.wb.

Saya mau memberi pendapat saya tentang penarikan biaya parkir jika kita masuk wilayah kampus.
Saya sependapat dg option B.
Alasan saya memilih option B karena,tempat parkir adalah salah satu fasilitas yg disediakan ugm.jadi kita sbagai warga ugm tdk perlu membyar karcis parkir trsebut.jika kita membyar setiap masuk ugm,itu juga akan merugikan kita.kita harus siap selalu uang receh utk parkir.pdahal 1 hari kita beberapa kali k kmpus,it akn merugikan kita.
Lalu bgaimana kita merawat tempat parkir tersebut?
Maka dari itu,selain warga ugm harus membyar karcis parkir,dari situ lah kita mendapatkan biaya utk perawatan tempat parkir.
Bagaimana kita bisa membdakan warga ugm atau bukan?sharusny d setiap kendaraan ugm,dberi tanda pengenal semacam stiker kecil.dr situ kita dpt membedakan warga ugm atau bukan.
Sekian.
Terima kasih.

Wassalamualaikum.wr.wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.wr.wb.</p>
<p>Saya mau memberi pendapat saya tentang penarikan biaya parkir jika kita masuk wilayah kampus.<br />
Saya sependapat dg option B.<br />
Alasan saya memilih option B karena,tempat parkir adalah salah satu fasilitas yg disediakan ugm.jadi kita sbagai warga ugm tdk perlu membyar karcis parkir trsebut.jika kita membyar setiap masuk ugm,itu juga akan merugikan kita.kita harus siap selalu uang receh utk parkir.pdahal 1 hari kita beberapa kali k kmpus,it akn merugikan kita.<br />
Lalu bgaimana kita merawat tempat parkir tersebut?<br />
Maka dari itu,selain warga ugm harus membyar karcis parkir,dari situ lah kita mendapatkan biaya utk perawatan tempat parkir.<br />
Bagaimana kita bisa membdakan warga ugm atau bukan?sharusny d setiap kendaraan ugm,dberi tanda pengenal semacam stiker kecil.dr situ kita dpt membedakan warga ugm atau bukan.<br />
Sekian.<br />
Terima kasih.</p>
<p>Wassalamualaikum.wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Fahmi (34821)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6934</link>
		<dc:creator>Muhammad Fahmi (34821)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 13:23:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6934</guid>
		<description>assalamualaikum wr wb.

untuk masalah penutupan jalan di daerah malioboro yang hanya di bolehkan untuk kendaraan umum,sepeda, dan pejalan kaki saja saya kurang setuju.

karena apabila jalan malioboro di tutup untuk kendaraan pribadi, ini akan menyebabkan bertambahnya volume kepadatan kendaraan di daerah sekitar malioboro. misalkan bagi para pengendara pribadi yang biasanya hanya lewat jalan malioboro untuk melakukan aktifitasnya,tapi karena jalan di tutup jadi mereka harus memutar arah,ini juga berdampak pada ekonomi yang berefek pada boros bensin.

selain itu apabila jalan malioboro di tutup walau akan mengurangi polusi di daerah malioboro dan mengurangi kemacetan tapi ini bukan menjadi suatu pemecahan masalah karena malah akan menimbulkan masalah di tempat lain, karena jalan malioboro di rancang untuk jalan bebas hambatan jadi tidak bisa sembarangan kendaraan berhenti di jalan malioboro itu sudah menyebabkan kepadatan di ruas jalan malioboro,lalu bayangkan bila jalan-jalan di sekitar malioboro yang tidak di rancang sebagai jalan bebas hambatan tapi karena jalan malioboro di tutup terpaksa kendaraan ini harus mengambil jalur tersebut yang akan menyebabkan kemacetan di sekitar malioboro.

jadi solusinya menurut saya, apabila jalan malioboro mau di tutup dan di khusukan untuk sepada,kendaraan umum, dan pejalan kaki saja sebaiknya jalan di sekitar malioboro harus di benahi dahulu, seperti di terapkan nya aturan di laran gparkir sembarangan di daerah tertentu,dilarang berhenti dan lain sebagai nya.

karena dengan begitu jalan malioboro akan jauh dari polusi, dan jalan di sekitar malioboro juga akan terbebas dari kemacetan.

sekian pendapat dari saya

terimakasih..

assalamualaikum wr.wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr wb.</p>
<p>untuk masalah penutupan jalan di daerah malioboro yang hanya di bolehkan untuk kendaraan umum,sepeda, dan pejalan kaki saja saya kurang setuju.</p>
<p>karena apabila jalan malioboro di tutup untuk kendaraan pribadi, ini akan menyebabkan bertambahnya volume kepadatan kendaraan di daerah sekitar malioboro. misalkan bagi para pengendara pribadi yang biasanya hanya lewat jalan malioboro untuk melakukan aktifitasnya,tapi karena jalan di tutup jadi mereka harus memutar arah,ini juga berdampak pada ekonomi yang berefek pada boros bensin.</p>
<p>selain itu apabila jalan malioboro di tutup walau akan mengurangi polusi di daerah malioboro dan mengurangi kemacetan tapi ini bukan menjadi suatu pemecahan masalah karena malah akan menimbulkan masalah di tempat lain, karena jalan malioboro di rancang untuk jalan bebas hambatan jadi tidak bisa sembarangan kendaraan berhenti di jalan malioboro itu sudah menyebabkan kepadatan di ruas jalan malioboro,lalu bayangkan bila jalan-jalan di sekitar malioboro yang tidak di rancang sebagai jalan bebas hambatan tapi karena jalan malioboro di tutup terpaksa kendaraan ini harus mengambil jalur tersebut yang akan menyebabkan kemacetan di sekitar malioboro.</p>
<p>jadi solusinya menurut saya, apabila jalan malioboro mau di tutup dan di khusukan untuk sepada,kendaraan umum, dan pejalan kaki saja sebaiknya jalan di sekitar malioboro harus di benahi dahulu, seperti di terapkan nya aturan di laran gparkir sembarangan di daerah tertentu,dilarang berhenti dan lain sebagai nya.</p>
<p>karena dengan begitu jalan malioboro akan jauh dari polusi, dan jalan di sekitar malioboro juga akan terbebas dari kemacetan.</p>
<p>sekian pendapat dari saya</p>
<p>terimakasih..</p>
<p>assalamualaikum wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Fahmi (34821)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6932</link>
		<dc:creator>Muhammad Fahmi (34821)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 13:04:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6932</guid>
		<description>assalamualaikum wr.wb

untuk penutupan portal UGM menurut saya sebaik nya UGM hanya membuka portal pada jam kerja saja,dan hanya membuka 24jam di bundaran UGM saja.

karena apabila UGM membuka semua portal walau bukan saat jam kerja ini akan menyebabkan,banyak nya orang-orang yang tidak berkepentingan bisa masuk se enaknya ke dalam kampus UGM, jadi selain membuka portal pada jam kerja sebaiknya UGM juga memberikan aturan lain,misalkan selain warga UGM apabila memasuki wilayah UGM harus membayar karcis parkir.

karena dengan begitu mereka yang akan memasuki wilayah UGM akan berpikir dua kali kalau tidak memiliki kepentingan tertentu, terkecuali para mahasiswa,dosen dan staf UGM di bebaskan dari karcis parkir.

selain itu hasil dari karcis itu juga bisa di gunakan UGM untuk memanfaatkan pengembangan kampus, tidak seperti sekarang banyak oknum liar yang memanfaatkan lahan parkir di wilayah kampus UGM,jadi sebaik nya UGM meninjau ulang perihal lahan parkir di wilayah UGM yang bisa bermanfaat untuk UGM sendiri.

terimakasaih,,

assalamualaikum wr wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr.wb</p>
<p>untuk penutupan portal UGM menurut saya sebaik nya UGM hanya membuka portal pada jam kerja saja,dan hanya membuka 24jam di bundaran UGM saja.</p>
<p>karena apabila UGM membuka semua portal walau bukan saat jam kerja ini akan menyebabkan,banyak nya orang-orang yang tidak berkepentingan bisa masuk se enaknya ke dalam kampus UGM, jadi selain membuka portal pada jam kerja sebaiknya UGM juga memberikan aturan lain,misalkan selain warga UGM apabila memasuki wilayah UGM harus membayar karcis parkir.</p>
<p>karena dengan begitu mereka yang akan memasuki wilayah UGM akan berpikir dua kali kalau tidak memiliki kepentingan tertentu, terkecuali para mahasiswa,dosen dan staf UGM di bebaskan dari karcis parkir.</p>
<p>selain itu hasil dari karcis itu juga bisa di gunakan UGM untuk memanfaatkan pengembangan kampus, tidak seperti sekarang banyak oknum liar yang memanfaatkan lahan parkir di wilayah kampus UGM,jadi sebaik nya UGM meninjau ulang perihal lahan parkir di wilayah UGM yang bisa bermanfaat untuk UGM sendiri.</p>
<p>terimakasaih,,</p>
<p>assalamualaikum wr wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dHITA JATI K.(34830)</title>
		<link>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6916</link>
		<dc:creator>dHITA JATI K.(34830)</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 16:44:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://munawar.staff.ugm.ac.id/?p=95#comment-6916</guid>
		<description>untuk yang MALIOBORO saya setuju.
karena jika jalan malioboro tidak up maka akan banyak polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.dan juga karena MALIOBORO merupakan kawasan wisata jadi pasti banyak wisatawa yang jika juga banyak kendaraan maka juga akan meningkatkan resiko kecelakaan juga. disisi lain di area MALIOBORO juga banyak gedung bersejarah yang cukup tua usiany. sperti yang diketahui bahwa getaran kendaraan juga mempunyai efek pada gedung secara berkepanjangan. jadu, lebih baik kendaraan pribadi dilarang masuk dengan ctatan, harus ada angkutan massal yang bekerja sepanjang jalan MALIOBORO dengan kecepatan rendah seperti trem listrik agar masyarakat khususnya yang cacat merasa terbantu karena tidak harus berjalan kaki. Untuk yang masalah mengenai pejalan kaki, menurut saya akan sangat jarang yang berjalan kaki karena Indonesia merupakan negara tropis dengan cuaca yang panas . jadi kalau ingin yang ada di MALIOBORO berjalan kaki,maka fasilitasnya pun harus ada seperti jalan yang tidak berlubang, payung jalanan seperti yang ada di kota las vegas itu akan memberikan daya tarik tersendiri agar masyarakat mau berjalan kaki. ditambah lagi dengan jalur sepeda ontel sendiri dengan ojek ontelnya untuk menarik wisatawan plus sebagai lapangan kerja baru. dan untuk kendaraan pribadi diberikan fasilitas parkir yang memenuhi di kedua ujung jalan MALIOBORO. maka itu akan menambah kenyamanan bagi para pengunjungnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk yang MALIOBORO saya setuju.<br />
karena jika jalan malioboro tidak up maka akan banyak polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.dan juga karena MALIOBORO merupakan kawasan wisata jadi pasti banyak wisatawa yang jika juga banyak kendaraan maka juga akan meningkatkan resiko kecelakaan juga. disisi lain di area MALIOBORO juga banyak gedung bersejarah yang cukup tua usiany. sperti yang diketahui bahwa getaran kendaraan juga mempunyai efek pada gedung secara berkepanjangan. jadu, lebih baik kendaraan pribadi dilarang masuk dengan ctatan, harus ada angkutan massal yang bekerja sepanjang jalan MALIOBORO dengan kecepatan rendah seperti trem listrik agar masyarakat khususnya yang cacat merasa terbantu karena tidak harus berjalan kaki. Untuk yang masalah mengenai pejalan kaki, menurut saya akan sangat jarang yang berjalan kaki karena Indonesia merupakan negara tropis dengan cuaca yang panas . jadi kalau ingin yang ada di MALIOBORO berjalan kaki,maka fasilitasnya pun harus ada seperti jalan yang tidak berlubang, payung jalanan seperti yang ada di kota las vegas itu akan memberikan daya tarik tersendiri agar masyarakat mau berjalan kaki. ditambah lagi dengan jalur sepeda ontel sendiri dengan ojek ontelnya untuk menarik wisatawan plus sebagai lapangan kerja baru. dan untuk kendaraan pribadi diberikan fasilitas parkir yang memenuhi di kedua ujung jalan MALIOBORO. maka itu akan menambah kenyamanan bagi para pengunjungnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
