Mar 19 2008

2. Lectures

Published by Munawar

 Traffic Management

Traffic Engineering

Introduction to Transportation

Transport Planning

Urban Public Transport (some pictures have been removed to reduce the file size)

Intelligent Transport System (Sistem Transportasi Cerdas)

Statistics

Sampling 

Probit 

26 Responses to “2. Lectures”

  1. Yoko Santosoon 22 Oct 2008 at 8:47 pm

    Pak Munawar, saya Yoko Santoso, mahasiswa bapak untuk kelas Dasar2 Perencanaan Transportasi S1 Teknik Sipil. Saya tak tahu email bapak jadi saya tulis di sini saja. Saya mau tanya:

    1) Saya(&beberapa teman) masih kesulitan memahami big picture konsep step2 permodelan. Karena:

    a) Ada 4 step utama permodelan (Trip Generation; Trip Distribution; Modal Split; Traffic Assignment) namun yg dibahas secara tersendiri/independen hanya 2 step pertama(Trip Generation&Trip Distribution).
    Apakah 2 langkah terakhir(Modal Split dan Traffic Assignment) sudah termasuk di dalamnya (tapi tak diajarkan secara independen) atau memang belum diajarkan?

    b) Di mana posisi survey (survey lalu lintas, survey asal tujuan, survey rumah ke rumah) pada sistem 4 step tersebut(atau apa hubungannya)? Bisakah dikatakan survey sebagai prasyarat sebelum masuk ke 4 step tersebut?

    2) Apakah Angkutan Barang termasuk juga termasuk bahan UTS?

    Terima Kasih. Email saya di marginalized_masta_mind@yahoo.co.id atau marginalizedmastamind@gmail.com.

  2. Pujiono Tukirunon 13 May 2009 at 1:21 pm

    I am very surprise, after searching so long, that there are so much transportation material course especially for Indonesian condition. Thanks to Bapak Munawar, may God give you much more knowledge.

  3. KonstantinMilleron 07 Jul 2009 at 9:04 am

    Hello, can you please post some more information on this topic? I would like to read more.

  4. afriandion 15 Jan 2010 at 7:21 pm

    pak, saya afriandi mahasiswa teknik sipil transportasi
    saya sedang membuat tugas akhir yang berkaitan dengan biaya opersional kendaraan.
    apakah sama bapak ada literatur perhitungan biaya opersional kendaraan dengan metode PCI?
    atau situs mana yang dapat saya kunjungi?
    terima kasih saya ucapkan sebelumnya.
    Afriandi

    Jawab:

    Silakan melihat ke ruang referensi (perpustakaan) Magister Sistem dan Teknik Transportasi UGM. Seingat saya ada tesis S2 yang menghitung biaya operasi kendaraan dengan metoda PCI.

  5. afriandion 16 Jan 2010 at 7:53 pm

    pak, saya di aceh
    apa ada situs atau jurnal yang bisa saya download?
    terima kasih

    Jawab:
    Silakan cari di scholar.google.com

    Ini salah satu file yang dapat di download.

    http://www.adb.org/Documents/Reports/Consultant/31115-INO/31115-INO-TACR.pdf

  6. Afriandion 17 Jan 2010 at 9:54 pm

    terima kasih pak atas referensinya

  7. Aris Ariyadion 21 Jan 2010 at 12:21 pm

    Assalamualaikum..
    Salam hormat saya pak..
    saya kuliah di Universitas Tadulako, palu..
    Saya mau bertanya pak tentang pengolahan data MKJI jalan perkotaan untuk jalan 2/2 UD, mengenai faktor
    penyesuaikan kapasitas berdasarkan lebar jalur lalu lintas efektif.. lokasi yang saya tinjau lebar jalur efektif totalnya 3-4 meter.. sedangkan ditabel Wc sampe 5 meter saja.. seandainya saya memakai Wc 5 meter, hasil DS yang saya peroleh o,41, sedangkan kondisi jalan itu kalau dilihat secara visual DS bisa mencapai 0,75 atau lebih, disebabkan tingkat hambatan sampingnya sangat tinggi akibat penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir, sehingga kendaraan dari arah berlawanan menunggu kendaraan yang berlawanan untuk lewat terlebih dulu… saya coba olah data menggunakan software KAJI dia tetap menggunakan WC=5 dengan nilai FCw=0,56… apa tidak ada lebar jalur lalu lintas efektif (WC) = 4, terus seandainya ada berapa FCw nya.. saya lagi menyusun skripsi, dan terkendala disini… tolong bantuan pencerahannya pak…

    Jawab:
    Secara teoritis, memang tidak ada jalan dengan 2 lajur tak terbagi mempunyai lebar kurang dari 5 meter.
    Untuk kasus sdr., coba dengan ekstrapolasi secara grafis. Buat grafik yang menggambarkan hubungan antara lebar jalur (mulai 5 - 11 meter) sebagai sumbu x dan FCw sebagai sumbu Y. Dari grafik tersebut, coba interpolasi untuk lebar 3 atau 4 meter secara grafis, dengan menggambarkan garis interpolasinya (perpanjangannya) untuk lebar 3 dan 4 meter, dengan memperpanjang grafik tersebut sebaik mungkin (tidak perlu garis lurus, dapat agak melengkung).

  8. Aris Ariyadion 22 Jan 2010 at 10:27 pm

    saya sudah coba saran bapak, dan hasil yang saya peroleh untuk lebar efektif jalan 4 meter FCw yang diperoleh o,25..tapi pak, apakah bisa di gunakan cara itu?.. terus bisa dipertanggungjawabkan tidak, dengan menggunakan cara itu?.. supaya pada saat saya ujian saya memiliki keyakinan penuh untuk mempertahankannya.. soalnya hasil Derajat kejenuhan (DS) yang saya peroleh 0,91..mohon sarannya lagi pak, untuk memperdalam lagi.. oh ia pak total lebar jalan yang saya tinjau 6 meter … akibat hambatan samping lebar efektif menjadi 4 meter..

    Jawab:
    Dapat dipertanggungjawabkan. Contoh: lihat grafik di MKJI yang menggambarkan hubungan kecepatan dan derajat kejenuhan pada ruas jalan, juga ada ekstrapolasi yang digambarkan dengan garis putus-putus.

  9. tomy fon 27 Jan 2010 at 7:08 pm

    sebelumnya mohon izin download materi2nya pak dan terima kasih.

    saya mahasiswa dari bandung, saat ini sedang menyusun tugas akhir transportasi dengan menggunakan gravity model.

    saya mau tanya pak,
    kalo mau cari data tentang ketentuan bangkitan perjalanan yang dihasilkan untuk masing2 tipe guna lahan dimana pak?

    sekarang ini saya hanya menemukan ketentuan bangkitan lalu lintas menurut jenis peruntukan lahan yang ada pada JICA, Jakarta 1987, yang menyebutkan besar bangkitan trip untuk setiap hari per hektar tipe guna lahan.
    apa itu cukup representatif untuk men-generate total bangkitan tiap zona pada wilayah studi saya? kalau tidak, mungkin bapak ada saran mengenai hal ini….
    mohon bantuannya pak.
    terima kasih.

    Jawab:
    1. Silakan unduh (”download”) file-file di blog saya
    2. Untuk hitungan bangkitan perjalanan, yang terbaik didasarkan pada wawancara dari rumah ke rumah.
    3. Bangkitan perjalanan yang didasarkan pada jenis peruntukan lahan dan luas lahan, hitungannya sangat kasar, dan sangat tergantung pada karakteristik penduduk di kota tersebut. Bangkitan di kota Bandung akan sangat lain dengan bangkitan di kota Gorontalo (misalnya), jika kita dasarkan pada peruntukan lahan dan luas lahan.
    4. Jiika tidak dapat melaksanakan wawancara dari rumah ke rumah, akan lebih baik kalau prediksi bangkitan didasarkan pada arus lalulintas di ruas-ruas jalan yang ada (dari data arus lalulintas dirubah menjadi matriks asal-tujuan).

  10. Tomy fon 28 Jan 2010 at 11:08 pm

    untuk wilayah studi saya mengambil blitar pak, hasil studi transportasi nantinya dikaitkan dengan pariwisata kota tersebut nantinya.

    pada dasarnya saya ingin melakukan survey ke rumah2 untuk mendapatkan MAT, hanya saja terkendala di keterbatasan biaya, SDA dan waktu. disamping itu untuk ketersediaan data instansi terkait juga sangat minimum.
    karena itu, setelah konsultasi dengan pembimbing, dengan kendala tersebut saya disarankan men-generate MAT antar zona (sekarang dan prediksi mendatang) dengan ketentuan bangkitan guna lahan. dimana MAT tersebut akan di assignment untuk memperoleh LOS beberapa jalan utama di kota tersebut.
    untuk mahasiswa planologi, apakah metoda ini cukup representatif untuk level tugas akhir ?

    Jawab:
    1. Jika akan digunakan metoda prediksi bangkitan guna lahan, silakan menggunakan ketentuan JICA atau yang lain, tetapi saran saya, perlu kalibrasi dengan mengadakan pencacahan arus lalulintas (survai data primer) di beberapa ruas jalan di kota tersebut.
    2. Saya kira penelitian tersebut sudah cukup representatif untuk level tugas akhir.

  11. riskyon 11 Apr 2010 at 8:39 pm

    pak saya salah satu dari mahasiswa bapak mau tanya pak untuk jalan terbagi dalam perhitungan mkji kapasitas dasarnya kan dihitung berdasarkan per arah, seandainya ada jalan 4 lajur terbagi ternyata setelah saya hitung derajat jenuhnya lebih dari 0.75.
    Apakah tidak masalah pak kalau seandainya dalam perhitungan saya per arahnya saya buat mjd 3 lajur?jika tidak bagaimana solusinya pak…hambatan samping tinggi,dan jalan masih cukup lebar untuk 3 lajur…ini seperti yang di soal tll bapak

    Jawab:
    Lebar satu lajur umumnya antara 3 sampai 4 meter. Dapat juga minimal 2,5 meter, dengan syarat tidak ada (atau jarang sekali) kendaraan berat. Jika kurang dari itu, maka kendaraan-kendaraan besar/berat tidak dapat lewat. Sedangkan lebar lajur normal adalah 3,50 meter. Untuk hitungan jumlah lajur, dapat digunakan kriteria tersebut.

  12. tomyon 11 May 2010 at 3:00 am

    assmlkm pak…

    saya saat ini terkendala di pencarian data MAT kota Blitar,
    di dinas2 blitar sendiri saya tidak menemukannya selama waktu survey dulu. termasuk juga di web2 dan situs2 pencarian.
    mungkin saja bapak atau lab transport UGM memiliki data tersebut. kalau ada, hal tersebut akan sangat menolong….
    terima kasih bapak.

    Jawab:
    Data yang ada: data matriks asal tujuan nasional antar kabupaten tahun 2006. Jadi: dari/ke Kabupaten Blitar.
    Untuk yang lebih rinci lagi, yaitu yang di dalam kabupaten Blitar, harus survai sendiri.

    Wassalam

  13. anshorion 30 May 2010 at 12:27 pm

    AssalamuaLaikum
    Salam hormat saya pak…
    saya mahasiswa Teknik sipil UNS
    saya sedang mempelajari program EMME/3 ..
    yang ingin saya tanyakan bagaimana cara import matriks/MAT dari file dengan format .dbf atau .xls di EMME/2? karena interface EMME/3 hampir sama dengan EMME/2..
    Pada user manualnya hanya dijelaskan menginput atau mengedit matriks.. Apakah perlu script khusus atau tambahan yang lain?
    Apakah ada forum diskusi khusus EMME di indonesia?
    Mohon bantuannya pak..
    Terima kasih…

    Jawab:

    Untuk petanyaan rinci masalah EMME/2, akan saya hubungkan melalui email sdr, email dua orang mantan asisten saya yang sangat menguasai detil hitungan emme/2, yaitu Ir. Andri Heriawan M.Sc. (sekarang bekerja sebagai konsultan di Birmingham, Inggris) dan Ir. Zudhi Irawan, ST, MT (sekarang baru mengambil doktor di Jepang).

    Silakan buka email sdr.

    Ahmad Munawar

  14. adin syaifullohon 19 Sep 2010 at 3:21 pm

    NAMA : adin syaifulloh
    KELAS : A
    MATAKULIAH : dasar-dasar teknik transportasi
    NIM : 35929

    HASIL TUGAS PENGAMATAN ARUS LALULINTAS SELAMA LEBARAN DI KOTA JOMBANG JAWATIMUR

    LOKASI PENGAMATAN : jl. MERDEKA
    JENIS JALAN NASIONAL
    dari hasil pengamatan saya pada tanggal 9 september 2010 atau H-1 lebaran dilokasi, maka saya bisa diinformasikan bahwasanya arus lalulintas sangat padat tapi lancar,disetiap ruas jalur yang rawan kemacetan disiagakan polisi lalulintas untuk membantu mengatur ketertiban arus lalulintas,dari segi volume kendaraan yang melintas terlihat bahwa kendaraan roda dua / motor masih mendominasi, disusul dengan bus maupun kendaraan pribadi.padatnya arus lalulintas salah satunya disebabkan karena para pemudik masih banyak yang menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung daripada menggunakan jasa angkutan umum.
    beberapa bentuk pelanggaran yang terjadi adalah masih banyaknya para pengguna motor yang tidak taat pada peraturan lalulintas semisal berboncengan lebih dari 2 orang ataupun membawa barang-barang yang melebihi kapasitas kendaraan.
    syukur selama pengamatan berlangsung belum saya dapati terjadinya kecelakaan lalulintas.
    sekian laporan singkat yang bisa saya informasikan.salam

  15. malik mushthofaon 26 Oct 2010 at 8:10 am

    Assalamu’alaikum,
    PAk saya malik t.sipil UGM 2010, saya mau tanya pak,
    Untuk mengatasi kemacetan di daerah perkotaan, diperlukan adanya sistem angkutan umum
    massal. Jika dijelaskan dengan teori manajemen lalulintas dan teori manajemen permintaan perjalanan itu bagaimana pak??
    terimakaish pak sebelumnya…

    Jawab:
    Manajemen lalulintas: mengoptimalkan fasilitas yang ada dengan perbaikan-perbaikan pengaturan lalulintas serta menghindari pembangunan fisik (lihat buku dasar-dasar teknik transportasi karangan saya halaman 30 dst.). Di sini dapat dilakukan prioritas pada angkutan umum
    Manajemen permintaan perjalanan: mengatur permintaan perjalanan supaya lebih sedikit yang menggunakan kendaraan pribadi, lebih banyak yang menggunakan angkutan umum (lihat buku dasar-dasar teknik transportasi karangan saya, halaman 34 - 38, dihalaman 37 manajemen permintaan perjalanan tersebut ditulis sebagai modifikasi pemakai jalan)

  16. Muchlisinon 10 Jan 2011 at 8:40 am

    Assalamu’alaikum..

    Prof, saya alumni T.Sipil 2010 kemarin. Sekarang saya membantu di PSLH UGM bidang Transportasi. Saya mau nanya, ada ga Undang-undang atau Peraturan Pemerintah, atau pedoman Indonesia, tentang Tingkat Pelayanan Jalan. Hubungannya dg DS, C, dll. Soalnya yg saya tahu cuman dari standart Amerika saja.

    Terimakasih Prof..

    Jawab:
    sudah saya jawab via japri.

    Munawar

  17. Muchlisinon 10 Jan 2011 at 8:41 am

    Assalamu’alaikum..

    Prof, saya alumni T.Sipil 2010 kemarin. Sekarang saya membantu di PSLH UGM bidang Transportasi. Saya mau nanya, ada ga Undang-undang atau Peraturan Pemerintah, atau pedoman Indonesia, tentang Tingkat Pelayanan Jalan. Hubungannya dg DS, C, dll. Soalnya yg saya tahu cuman dari American Highway Capacity Manual 2000 saja. Yg Indonesia, ada ga ya??

    Terimakasih Prof..

    Pedoman berupa Permenhub KIM 14 tahun 2006 sudah saya kirim via email.

    Munawar

  18. Arief Wibowoon 20 Jan 2011 at 2:23 pm

    Pak, saya arif mahasiswa sipil uns..saya mo menanyakan bila ada jalan 4 lajur terbagi di kawasan pertokoan, tetapi lajur kiri kanan digunakan parkir pada badan jalan sehingga lebar efektif hanya 2 lajur saja..untuk perhitungan kapasitas menggunkan MKJI sebaiknya bagaimana Pak? apakah digunakan 2 lajur..apa tetap menggunkan 4 lajur…terima kasih

    Jawab:
    gunakan 2 lajur efektif saja

  19. Muhajir Oesmanon 27 Jan 2011 at 9:56 pm

    salam pak,saya mahasiswa teknik sipil USU yg sedang mempelajari ttg Biaya Operasi Kendaraan ( VOC), saya sedang mencari2 jurnal atau reverensi ttg topik tersebut guna untuk Tugas Akhir saya,juk Bapak berkenan dengan segala hormat jika ada saya meminta file2 bapak ttg BOK ini, jika bapak berkenan bisa Bapak kirim ke E-Mail saya : ajeerarchery@gmail.com…

    Hormat saya,

    Muhajir Oesman

    Ok. nanti saya carikan, saya kirim via email sd.
    Munawar

  20. awaludin sullyon 17 Feb 2011 at 9:51 am

    ass.wrwbrkh.prof,sy pengen sekali mlnjtkn studi S3 jtsl ugm.sy org jauh dr papua.sy S1 sipil dr uncen,S2 MEP dr uncen,bekerja pd instansi dinas pekerjaan umum,bid bina marga sdh13 th. kab.mimika prop.papua.alhamdulillah hanya bapak yg bs bantu sy.

    Jawab:
    Silakan komunikasi lebih lanjut via email saya. Saya sudah kirim email ke bapak.

    Ahmad Munawar

  21. Rasyidon 13 Apr 2011 at 10:52 am

    ass wr wb.. mohon maaf sebelumnya prof..
    saya mahasiswa dari UNRAM, brencana mau mengambil tugas akhir yg mngangkat masalah BOK..
    namun dosen koordinator saya mnginginkan perhitungan BOK dalam bahan bakar tersebut menghasilkan satuan akhir yakni liter/detik..
    sedangkan menurut MKJI, satuan akhir yg dicapai hanya Km/jam..
    apakah bapak memliki referensi mengenai kendala saya..
    mohon bantuannya prof..
    jika berkenan & terdapat referensi yg bisa saya ikuti, mohon via email saya juga tidak apa, rasyindo@yahoo.com
    terima kasih banyak prof sebelumnya..

  22. echaon 11 Jun 2011 at 1:12 am

    assalamualaikum…
    saLam kenal prof…sy echa mahasiswa tek.sipil bag transportasi d mataram…
    prof sy mau tanya….kalau d terminal yg sy teliti sekarang tdk memiliki fasilitas parkir kend pribadi…bagaimana cara merencanakan kebutuhan ruang parkir kendaraan pribadi di terminal penumpang tipe B…?
    o ia prof..ada ga y studi standarisasi perencanaan kebutuhan fasilitas perpindahan angkutan umum wilayah perkotaan atau rencana pedoman teknis pembangunan dan penyelenggaraan terminal?
    sy sudh cari d google tp tdk ktemu2…yg ketemu cumn daftar2 pustaka dr skripsi yg ada…
    ad ga y prof?
    terima kasih prof…

  23. enrile hutasoiton 27 Jun 2011 at 1:38 am

    salam pak profesor,saya mahasiswa teknik sipil Maranatha Bandung yang sedang tugas akhir dengan topik biaya operasi kendaraan dalam penentuan tarif ANGKOT..saya sedang mencari referensi metode-metode BOK dan konsep-konsep penentuan atau penetapan tarif angkutan umum..jika bapak ada/punya,dengan hormat bisa saya mempelajarinya dan berkenang kirim ke email saya si_08bubble@yahoo.com
    terima kasih

    Hormat saya,

    Enrile Hutasoit

  24. bambangon 10 Jul 2011 at 9:32 pm

    aslkm prof. saya sdang studi s-3 di unsrat manado kerja sama ub malang. topik disertasi saya tentang bangkitan lalulintas di perkotaan. permasalahannya literatur sangat terbatas bahkan boleh dikata tidak ada. dengan kerendahan hati saya mohon prof dapat memberikan jalan keluarnya. terimakasi.

  25. kasyful hadion 14 Mar 2012 at 3:05 am

    assalumalaikum wr.wb

    saya kasyful hadi mahasiswa MSTT 2011 yang saat ini kuliah di Karlstad University, saya ingin menanyakan apakah bapak mempunyai data mengenai jumlah pengguna transjogja pada tahun 2011? mohon maaf saya bertanya kepada bapak, karena saya tidak memiliki akses untuk bertanya langsung ke dishub kota yogyakarta.

    terima kasih

    kasyful hadi

    jawab:
    coba tanyakan ke Pak Rizki (alumnus MSTT yang kerja di Dishub DIY). Beliau punya data tentang Trans Jogja. Emailnya: rizki_beo@yahoo.com

  26. Arief Wibowoon 11 Aug 2014 at 11:22 pm

    Assalamualaikkum Wr.Wb

    Saya Arief Wibowo, mahasiswa S3 Ilkom UGM yang beberapa waktu lalu telah diuji Bapak dalam Sidang Kompre. Adapun riset saya tentang ekstraksi data twitter untuk penanganan kemacetan lalu lintas. Saya bersyukur bapak telah menguji saya di sidang Kompre karena buah pikir bapak bidang transportasi sangat luas dan populer serta menginspirasi tulisan pada riset yang saya lalukan. Mudah-mudahan bapak selalu diberi kesehatan dari Allah SWT dan dilipatgandakan balasan atas segala kebajikan yang dimiliki, amiiin YRA.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply